JOMBANG, Berita Kobar — Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) meminta seluruh peserta dan warga Nahdliyin tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang beredar di media sosial, khususnya terkait isu mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam Muktamar ke-35 NU.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Ia menegaskan, informasi yang beredar di media sosial perlu disikapi secara bijak dan tidak langsung dipercaya apabila belum memiliki dasar atau sumber resmi.
“Yang hoax-hoax itu tidak usah dipikirkan,” ujar Ketua OC Muktamar ke-35 NU saat memberikan penjelasan terkait dinamika yang berkembang menjelang pengambilan keputusan Muktamar.
Menurutnya, berbagai isu yang berkembang di media sosial tidak seluruhnya menggambarkan kondisi dan proses yang sebenarnya berlangsung di arena Muktamar. Karena itu, peserta diimbau tetap berpedoman pada mekanisme resmi yang telah ditetapkan panitia serta keputusan forum Muktamar.
Isu mengenai AHWA menjadi salah satu topik yang turut menjadi perhatian di tengah dinamika Muktamar ke-35 NU. Perdebatan mengenai mekanisme pemilihan Rais Aam memang menjadi bagian dari dinamika organisasi, namun seluruh proses tetap harus ditempatkan dalam koridor aturan dan forum resmi.
Ketua OC juga mengingatkan agar warga Nahdliyin tidak ikut menyebarluaskan informasi yang belum jelas kebenarannya. Terlebih, perkembangan teknologi informasi membuat sebuah informasi dapat menyebar dengan cepat melalui berbagai platform media sosial.
“Jangan sampai informasi yang belum tentu benar kemudian menjadi konsumsi publik dan menimbulkan kegaduhan,” katanya.
Ia menekankan bahwa Muktamar merupakan forum tertinggi NU yang memiliki mekanisme dan tata tertib dalam mengambil setiap keputusan. Karena itu, segala dinamika yang muncul sebaiknya diselesaikan melalui forum yang telah disediakan.
Muktamar ke-35 NU sendiri berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026. Forum tersebut menjadi momentum penting bagi Nahdlatul Ulama dalam menentukan arah organisasi sekaligus kepemimpinan NU untuk periode mendatang.
Dengan dinamika yang berkembang, seluruh peserta diharapkan tetap menjaga suasana Muktamar agar berlangsung kondusif, mengedepankan tabayun, serta menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi.
Informasi Media:
Portal berita ini dikelola secara profesional oleh PT. Kobar Digital Nusantara.
