JOMBANG, Berita Kobar — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menegaskan bahwa kepengurusan PBNU periode 2022–2026 segera memasuki masa demisioner setelah laporan pertanggungjawaban (LPJ) diterima oleh forum Muktamar ke-35 NU.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Pernyataan itu disampaikan Gus Yahya seusai proses pertanggungjawaban kepengurusan PBNU dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Minggu (30/8/2026).
Menurut Gus Yahya, diterimanya LPJ menandai berakhirnya tugas dan tanggung jawab kepengurusan PBNU periode 2022–2026. Setelah itu, arah masa depan organisasi sepenuhnya menjadi kewenangan para muktamirin.
“Setelah laporan pertanggungjawaban diterima dengan baik, maka berarti tugas kami, tanggung jawab kami sudah selesai malam hari ini. Selanjutnya tinggal bagaimana mutamirin membuat keputusan-keputusan demi masa depan NU,” ujar Gus Yahya.
Ia mengatakan, tahapan berikutnya akan berlanjut pada proses penetapan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Tabulasi usulan AHWA disebut telah selesai dilakukan dan selanjutnya menunggu pengesahan dalam forum Muktamar.
“Kemudian nanti akan ada usulan ketua umum. Kita tinggal menunggu saja. Mudah-mudahan hasilnya yang terbaik untuk Nahdlatul Ulama,” katanya.
Tegaskan Sudah Tunaikan Kewajiban Mencalonkan Diri
Dalam kesempatan tersebut, Gus Yahya juga menanggapi pencalonannya kembali sebagai Ketua Umum PBNU.
Ia menegaskan bahwa dirinya telah menunaikan kewajiban untuk menyatakan diri sebagai calon ketua umum. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan muktamirin.
“Saya yang penting bahwa saya wajib menyatakan mencalonkan diri lagi, itu kewajiban, sudah saya laksanakan, selebihnya terserah kepada muktamirin. Ada hak muktamirin,” tegasnya.
Gus Yahya juga memastikan dirinya akan tetap membantu siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin PBNU.
“Saya silakan bantu siapapun yang akan menjadi ketua umum nantinya. Saya akan bantu. Apakah saya dari dalam PBNU atau tidak, tidak ada masalah. Saya akan terus bantu,” ujarnya.
Tekankan Disiplin Organisasi
Gus Yahya menilai NU telah memiliki aturan dan sistem organisasi yang cukup jelas. Karena itu, menurutnya, hal terpenting adalah memastikan seluruh aturan tersebut dijalankan secara disiplin.
“Sudah ada aturan tertulis bagi organisasi formal yang jelas. Asalkan berbagai macam aturan, sistem organisasi itu dijalankan dengan disiplin, maka semuanya akan berjalan dengan baik,” katanya.
Ia berharap seluruh rangkaian Muktamar ke-35 NU menghasilkan keputusan terbaik bagi masa depan Nahdlatul Ulama.
Bagi Gus Yahya, setelah kepengurusan periode 2022–2026 dinyatakan demisioner, mandat untuk menentukan arah perjalanan NU selanjutnya berada di tangan para mutamirin melalui mekanisme yang telah ditetapkan organisasi.
Informasi Media:
Portal berita ini dikelola secara profesional oleh PT. Kobar Digital Nusantara.
