JOMBANG – Sebanyak 435 jurnalis dari berbagai media dinyatakan lolos verifikasi dan berhak mendapatkan kartu identitas untuk meliput rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Jumlah tersebut merupakan bagian dari 525 wartawan yang sebelumnya tercatat dalam sistem pendaftaran peliputan Muktamar. Data itu disampaikan panitia melalui Seksi Publikasi dan Dokumentasi pada Rabu (26/8/2026).
Proses registrasi dan verifikasi awak media berlangsung di area Universitas Wahab Hasbullah (UNWAHA), Jombang. Para jurnalis dari berbagai platform media mengikuti tahapan pemeriksaan administrasi dan identitas sebelum memperoleh akses resmi untuk melakukan peliputan.
Koordinator Media Kepanitiaan Muktamar ke-35 NU, Usmahariyadi atau Cak Usma, menyebut hingga pukul 14.30 WIB pada 26 Agustus 2026, terdapat 525 wartawan yang telah masuk dalam sistem. Dari jumlah itu, 435 pendaftar dinyatakan valid dan berhak mengambil ID card peliputan.
Sementara itu, sebanyak 140 jurnalis tercatat telah mengambil kartu identitas secara fisik pada waktu tersebut. Jumlah itu diperkirakan terus bertambah seiring dimulainya rangkaian utama Muktamar.
Verifikasi Ketat untuk Jaga Ketertiban
Besarnya jumlah awak media yang datang membuat panitia menerapkan mekanisme registrasi dan verifikasi secara bertahap. Proses tersebut dimulai dari pencocokan data pendaftaran, pemeriksaan identitas, hingga verifikasi akhir sebelum kartu pers diberikan.
Kebijakan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pengaturan akses selama Muktamar. Panitia menegaskan ID card hanya diberikan kepada wartawan yang telah masuk dalam daftar tervalidasi. Dengan demikian, pendaftaran baru di luar data yang telah ditetapkan tidak lagi dibuka.
Langkah itu dilakukan untuk menyesuaikan kapasitas fasilitas serta menjaga ketertiban selama agenda Muktamar berlangsung. Terlebih, sejumlah kegiatan utama digelar di lokasi dengan kapasitas dan akses yang terbatas.
Pers Jadi Mata dan Telinga Publik
Kehadiran ratusan jurnalis dari berbagai media menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap Muktamar ke-35 NU. Forum lima tahunan tersebut menjadi salah satu agenda penting organisasi Islam terbesar di Indonesia yang mempertemukan para ulama, pengurus, kader, serta warga Nahdliyin dari berbagai daerah.
Dalam konteks tersebut, pers memiliki posisi penting untuk menyampaikan informasi mengenai jalannya persidangan, keputusan-keputusan Muktamar, hingga dinamika organisasi kepada masyarakat.
Panitia juga menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung bagi wartawan yang telah mendapatkan akses peliputan, antara lain konsumsi, jaringan Wi-Fi, dan kopi selama menjalankan tugas. Sementara kebutuhan transportasi dan akomodasi menjadi tanggung jawab masing-masing wartawan atau media.
Untuk akses ke ruang-ruang persidangan, wartawan diwajibkan mengikuti ketentuan yang ditetapkan panitia. Pembatasan akses diberlakukan dengan mempertimbangkan kondisi dan kapasitas masing-masing lokasi sidang.
Panitia juga mengingatkan bahwa agenda Muktamar bersifat dinamis. Perubahan waktu maupun susunan kegiatan dapat terjadi mengikuti perkembangan persidangan sehingga wartawan diminta terus memperhatikan informasi dan arahan resmi dari panitia.
Muktamar ke-35 NU sendiri berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Jombang dengan mengusung tema “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmah untuk Kemaslahatan Bangsa.” Kehadiran 435 jurnalis yang telah tervalidasi menjadi bagian penting dalam memastikan rangkaian agenda tersebut dapat diketahui publik secara luas melalui pemberitaan yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.
Informasi Media:
Portal berita ini dikelola secara profesional oleh PT. Kobar Digital Nusantara.
