Makam KH Wahab Hasbullah Jadi Magnet Wisata Religi bagi Muktamirin

JOMBANG — Pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, tidak hanya menjadi momentum permusyawaratan tertinggi organisasi. Kehadiran ribuan Nahdliyin dari berbagai daerah juga menghadirkan geliat wisata religi, salah satunya melalui ziarah ke makam para ulama dan muassis NU.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Salah satu lokasi yang paling banyak menarik perhatian muktamirin adalah makam KH Abdul Wahab Hasbullah. Makam salah satu pendiri NU sekaligus Pahlawan Nasional tersebut berada di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, lokasi yang menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 NU.

Sejak rangkaian Muktamar berlangsung, peziarah datang silih berganti. Para peserta muktamar, pengurus NU dari berbagai daerah, santri hingga masyarakat umum memanfaatkan kesempatan berada di Tambakberas untuk berdoa sekaligus mengenang perjuangan Mbah Wahab.

Fenomena tersebut menjadikan makam KH Wahab Hasbullah bukan sekadar tempat ziarah, tetapi juga menjadi salah satu titik wisata religi yang memiliki daya tarik kuat bagi para muktamirin.

Bagi sebagian peserta, berziarah ke makam Mbah Wahab menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan mereka mengikuti Muktamar. Kedekatan lokasi makam dengan arena muktamar membuat para peserta relatif mudah menyempatkan diri di sela-sela agenda organisasi.

Rombongan PCNU Kabupaten Pasuruan, misalnya, memilih melakukan ziarah terlebih dahulu sebelum menuju arena pembukaan Muktamar. Mereka memandang ziarah sebagai momentum untuk mengenang jasa para muassis sekaligus meneladani perjuangan ulama terdahulu.

Antusiasme serupa juga terlihat dari rombongan peziarah asal Nusa Tenggara Barat. Sebanyak 250 peziarah datang ke Tambakberas dan menyempatkan diri berziarah ke makam KH Wahab Hasbullah sebagai bagian dari upaya mengenang dan meneladani perjuangan para pendiri NU.

Menyambangi Jejak Sejarah NU

KH Abdul Wahab Hasbullah merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah lahir dan berkembangnya Nahdlatul Ulama. Karena itu, berziarah ke makamnya memiliki dimensi lebih luas daripada sekadar perjalanan spiritual.

Muktamirin yang datang seolah diajak kembali melihat akar sejarah organisasi. Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas sendiri memiliki keterkaitan kuat dengan perjalanan Mbah Wahab dan sejarah perkembangan NU.

Nilai historis tersebut semakin terasa karena dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU, Ndalem Kasepuhan KH Abdul Wahab Hasbullah juga dipilih sebagai lokasi Musyawarah Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), forum yang memiliki peran penting dalam proses penetapan Rais Aam PBNU. Pemilihan tempat itu disebut memiliki makna historis karena berkaitan erat dengan awal perjuangan Mbah Wahab dalam merintis dan mengembangkan NU.

Dengan demikian, Tambakberas selama Muktamar bukan hanya menjadi pusat aktivitas persidangan dan pertemuan organisasi. Kawasan ini juga berubah menjadi ruang napak tilas sejarah, tempat muktamirin dapat menyambungkan agenda organisasi dengan warisan perjuangan para ulama pendahulu.

Ziarah dan Penguatan Ingatan Kolektif

Ramainya peziarah menunjukkan bahwa tradisi ziarah masih menjadi bagian penting dalam perjalanan warga Nahdliyin. Di tengah padatnya agenda Muktamar, mereka menyempatkan diri untuk berhenti sejenak, memanjatkan doa dan mengenang jasa tokoh yang telah meletakkan fondasi perjuangan NU.

Sejumlah pemberitaan selama Muktamar mencatat peziarah datang secara bergantian ke makam Mbah Wahab. Bahkan, lokasi makam disebut menjadi salah satu titik dengan tingkat kunjungan tinggi sehingga sempat menjadi pertimbangan dalam penentuan lokasi forum AHWA. Kawasan makam akhirnya tidak dipilih untuk forum tersebut karena dinilai cukup ramai, sementara AHWA membutuhkan suasana yang lebih tenang dan kondusif.

Fenomena itu memperlihatkan bagaimana keberadaan makam KH Wahab Hasbullah memiliki daya tarik tersendiri. Bagi muktamirin, kunjungan ke makam bukan hanya perjalanan religi, tetapi juga kesempatan untuk menyelami kembali sejarah, nilai perjuangan, dan keteladanan para muassis NU.

Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Tambakberas akhirnya menghadirkan pengalaman yang lebih dari sekadar forum organisasi. Di tempat yang sarat sejarah itu, para muktamirin tidak hanya bermusyawarah menentukan arah masa depan NU, tetapi juga berkesempatan menyapa jejak para pendahulu melalui tradisi ziarah.

Makam KH Wahab Hasbullah pun menjadi salah satu simbol kuat dari pertemuan antara tradisi, sejarah, spiritualitas dan perjalanan Nahdlatul Ulama di tengah perhelatan Muktamar ke-35.

Informasi Media:

Portal berita ini dikelola secara profesional oleh PT. Kobar Digital Nusantara.

Mungkin Anda Suka
IKLAN BAWAH (Slot 3)