Sri Lestari Tegaskan: Fatayat NU Kobar Harus Mandiri di Usia ke-76

Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-76 Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Kotawaringin Barat berlangsung di Pantai Kubu, Kecamatan Kumai, Kamis (10/4). Kegiatan tersebut diikuti jajaran Pengurus Cabang, Pimpinan Anak Cabang (PAC), hingga pengurus ranting Fatayat NU.

Seluruh kader tampak mengenakan busana hijau khas organisasi. Peringatan tahun ini mengusung tema “Organisasi Perempuan Digdaya, Perempuan Berdaya dan Berkarya” serta dirangkai dengan halalbihalal bertajuk “Simfoni Cinta untuk Sahabat”.

ADVERTISEMENT (Slot 2)

Ketua PC Fatayat NU Kotawaringin Barat, Sri Lestari, menegaskan bahwa momentum harlah menjadi titik penting untuk memperkuat kemandirian organisasi. Menurutnya, kemandirian merupakan fondasi dalam menjaga keberlangsungan gerak dan soliditas kader di tengah dinamika zaman.

“Fatayat NU harus terus berbenah dan memperkuat diri agar mampu menjawab tantangan, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi pijakan utama organisasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya konsolidasi pascakonferensi cabang, sekaligus ruang untuk mempererat kembali kebersamaan antar kader.

“Konsolidasi ini penting agar arah gerak organisasi semakin terukur dan Fatayat NU dapat menjalankan peran strategisnya secara optimal di tengah masyarakat,” katanya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua dan Sekretaris Tanfidziyah PCNU Kotawaringin Barat, Sayyid Muhammad Sulaiman Nur Basyaiban. Dalam arahannya, ia mendorong kader Fatayat NU untuk terus mengambil peran strategis dalam menggerakkan organisasi, dengan tetap berpegang pada nilai kebersamaan, loyalitas, serta khidmat kepada jam’iyah.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesinambungan nilai perjuangan melalui penguatan hubungan spiritual dan ideologis, serta komitmen berkhidmat kepada para ulama dan pendiri Nahdlatul Ulama.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Fatayat NU Kotawaringin Barat turut menyalurkan santunan kepada anak yatim. Kegiatan ditutup dengan aksi bersih-bersih di kawasan Pantai Kubu sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Profil Singkat Sri Lestari
Sri Lestari, S.Pd, lahir pada 8 April 1986. Ia merupakan kader Nahdlatul Ulama yang aktif di bidang sosial kemasyarakatan dan politik.

Perjalanan organisasinya dimulai sejak usia muda, antara lain sebagai Ketua Karang Taruna (2004–2008), Ketua Ruang Belajar Masyarakat Kotawaringin Barat (2007–2014), serta Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) pada periode yang sama.

Di ranah legislatif, Sri Lestari menjabat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat sejak 2014 hingga saat ini, dan kini mengemban amanah sebagai Wakil Ketua DPRD periode 2025–sekarang. Ia juga dipercaya sebagai Dewan Pimpinan Nasional ADKASI periode 2025–2030.

Selain itu, ia aktif memimpin sejumlah organisasi, di antaranya Ketua IPSI Kabupaten Kotawaringin Barat periode 2025–2029 dan Ketua FASI periode 2025–2030.

Informasi Media:

Portal berita ini dikelola secara profesional oleh PT. Kobar Digital Nusantara.

Mungkin Anda Suka
IKLAN BAWAH (Slot 3)