PANGKALAN BUN – Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, ramah anak, dan bebas dari segala bentuk kekerasan menjadi perhatian bersama berbagai pemangku kepentingan di Kabupaten Kotawaringin Barat. Komitmen tersebut mengemuka dalam Seminar Pendidikan bertema “Meneguhkan Nilai-Nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah dalam Mewujudkan Lingkungan Pendidikan yang Aman, Ramah, dan Bebas dari Kekerasan” yang digelar oleh Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) bersama Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) PCNU Kabupaten Kotawaringin Barat di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Darul Al Hikmah, Pangkalan Bun, Rabu (22/7/2026).
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Seminar yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kotawaringin Barat tersebut diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai sekolah, madrasah, pondok pesantren, perguruan tinggi, serta lembaga pendidikan di Kotawaringin Barat.
Peserta berasal dari SDIP Hidayat Thullah, Pondok Pesantren Safinatun Najah (Safnah), MTs Yanbu’ul Qur’an 6, MTsN 1 Kotawaringin Barat, MAS Mambaul Ulum, MI Al Anwar, MIN 4 Kotawaringin Barat, MIS Nurul Huda, SMK Sirojut Tolibin, SMKN 1 Pangkalan Lada, MA Sunan Giri, SMP Alam Al Wahdah, Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Kalimantan (ITSNUKA), LP Ma’arif NU, MA Bina Insan, SMP dan SMA Ma’arif NU, SMA IT Al Manar, Pondok Pesantren Dara, MAN 1 Kotawaringin Barat, MTsN 2 Kotawaringin Barat, MIN 2 Kotawaringin Barat, MIN 1 Kotawaringin Barat, MA Al Haddadil Qulub, SMP Al Haddadil Qulub, serta MTs Kyai Gede.
Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat pemahaman para pendidik mengenai pentingnya membangun budaya pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja), sekaligus memperkuat upaya pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah maupun pondok pesantren.
Pendidikan Sebagai Investasi Peradaban
Narasumber utama seminar, Drs. KH. Amir Ma’ruf, Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), menegaskan bahwa generasi muda merupakan penerus perjuangan Ahlussunnah wal Jama’ah yang harus dipersiapkan melalui pendidikan yang moderat, berakhlakul karimah, serta menjunjung tinggi nilai kasih sayang dan penghormatan terhadap sesama.
Menurutnya, tema seminar bukan sekadar slogan, tetapi menjadi komitmen bersama dalam membangun ekosistem pendidikan yang mencerminkan ajaran Islam rahmatan lil ‘alamin.
“Lingkungan pendidikan harus menjadi tempat yang aman, nyaman, inklusif, dan terbebas dari segala bentuk kekerasan sehingga mampu melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, toleran, serta siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri keislaman dan ke-NU-an,” ujarnya.
KH. Amir Ma’ruf menambahkan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang dalam membangun peradaban bangsa. Karena itu, seluruh lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab menanamkan nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah sejak dini agar peserta didik tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kematangan spiritual, kepedulian sosial, dan semangat kebangsaan.
Pesantren Ramah Anak Dimulai dari Kita
Materi selanjutnya disampaikan oleh Dr. Abimayu, M.Kes dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Kotawaringin Barat dengan tema “Pesantren Ramah Anak Dimulai dari Kita.”
Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa mewujudkan pesantren ramah anak merupakan tanggung jawab seluruh elemen, mulai dari pengasuh pondok pesantren, tenaga pendidik, pengurus, orang tua, hingga para santri.
Menurutnya, lingkungan pesantren harus menjadi tempat yang aman, nyaman, inklusif, serta penuh kasih sayang agar mampu mendukung tumbuh kembang santri secara optimal.
Ia juga mengajak para santri untuk menjadi pelopor dalam menciptakan budaya pesantren yang positif dengan saling menghormati, tidak melakukan perundungan maupun kekerasan, berani melaporkan apabila menemukan tindakan kekerasan, serta menjadi teladan akhlakul karimah.
“Pesantren ramah anak dimulai dari kita. Bersama kita ciptakan pondok pesantren yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang bagi seluruh santri,” tegas Dr. Abimayu.
Pencegahan Kekerasan Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Sementara itu, IPTU Paulina Widyastuti, S.E., M.H., Kasat Binmas Polres Kotawaringin Barat, menyampaikan materi mengenai situasi dan urgensi pencegahan kekerasan di satuan pendidikan.
Ia menjelaskan bahwa kekerasan di lingkungan pendidikan tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga meliputi kekerasan psikis, perundungan (bullying), kekerasan seksual, diskriminasi, intoleransi, kebijakan yang mengandung unsur kekerasan, hingga berbagai bentuk kekerasan lainnya yang dapat mengganggu proses belajar dan perkembangan peserta didik.
Menurut IPTU Paulina, perlindungan anak harus dipandang sebagai tanggung jawab bersama yang memiliki landasan teologis, yuridis, dan sosiologis. Oleh karena itu, seluruh satuan pendidikan didorong memperkuat tata kelola, meningkatkan edukasi dan sosialisasi, serta menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan ramah anak.
Kolaborasi Membangun Pendidikan Berkualitas
Seminar yang diselenggarakan oleh LPTNU dan LP Ma’arif NU PCNU Kabupaten Kotawaringin Barat ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas dan bebas dari kekerasan.
Selain menjadi forum berbagi pengetahuan, kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi bagi para pendidik untuk memperkuat pendidikan karakter, nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah, serta perlindungan terhadap anak di lingkungan sekolah, madrasah, dan pondok pesantren.
Melalui penguatan nilai-nilai keagamaan, pendidikan karakter, dan budaya saling menghormati, diharapkan lembaga pendidikan di Kabupaten Kotawaringin Barat mampu melahirkan generasi yang cerdas, berintegritas, berakhlakul karimah, serta siap menghadapi tantangan masa depan tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan.
Informasi Media:
Portal berita ini dikelola secara profesional oleh PT. Kobar Digital Nusantara.
