Kontingen paralayang Pacitan terdiri atas empat atlet, tiga atlet putri dan satu atlet putra, dengan didampingi ketua pengcab sekaligus official Rina Susiantri. Dari empat atlet tersebut, tiga atlet putri berhasil mencatatkan prestasi melalui sejumlah kategori yang dipertandingkan.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Nisrina eka pradani alumni SMAN 1 pacitan, marsely febiola alumni MAN pacitan, keduanya mahasiswi UM shanum anjanique alumni sd alam pacitan, menjadi siswi SMP sains tebu ireng.
Medali terbanyak diraih Nisrina Eka Pradani. Ia berhasil meraih juara 1 Kejurda Lintas Alam (XC) U20, juara 2 Akurasi Perorangan Putri U20 pada Danlanud Abd Saleh Cup/Liga Paralayang Jatim Seri 3 2026, juara 2 Akurasi Perorangan Putri Kejurda Paralayang Jatim 2026, serta juara 3 Akurasi Beregu Putri Kejurda Paralayang Jatim 2026.
Sementara itu, Shanum Anjanique menyumbangkan dua medali emas sekaligus. Atlet kategori siswa putri tersebut menjadi juara 1 Kejurda Jatim kategori Siswa Putri dan juara 1 Danlanud Abd Saleh Cup/Liga Paralayang Jatim Seri 3 2026 kategori Siswa Putri.

Prestasi tersebut menambah deretan capaian olahraga putra-putri Pacitan di tingkat Jawa Timur. Meski kini menempuh pendidikan di luar daerah, ketiga atlet tetap membawa nama Pacitan dalam setiap kompetisi yang mereka ikuti.
Marsely Febiola juga tampil baik dengan meraih juara 2 Kejurda Jatim 2026 kategori U23 Putri, juara 2 Danlanud Abd Saleh Cup/Liga Paralayang Jatim Seri 3 2026 kategori U23 Putri, serta juara 3 Kejurda Paralayang Jatim 2026 kategori Beregu Putri.
Secara keseluruhan, tiga atlet putri Pacitan tersebut berhasil membawa pulang 3 medali emas, 4 medali perak, dan 1 medali perunggu.

Kejuaraan berlangsung di Gunung Banyak, Kota Batu, pada 18–20 September 2026. Para atlet mengikuti beberapa nomor pertandingan, di antaranya Accuracy / ketepatan mendarat dan Cross Country/lintas alam (XC).
Ketua pengcab sekaligus official kontingen Pacitan, Rina Susiantri, mengapresiasi perjuangan dan kerjasama seluruh atlet dan orangtua atlet yang telah membawa nama Pacitan dalam kejuaraan tersebut.
Menurut Rina, hasil yang diraih di Kota Batu menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan. Atlet yang belum memperoleh juara juga diharapkan tetap bersemangat menjalani latihan.
Salah satunya Satrio Bagus Trengginas, siswa MTsN 1 Pacitan, yang pada kejuaraan tersebut berada di urutan ke-11. Hasil tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan latihan menghadapi kompetisi berikutnya.
Rina juga menyampaikan terima kasih kepada KONI, Pemerintah Kabupaten Pacitan, Disparbudpora, serta para orang tua atlet yang terus memberikan dukungan terhadap perkembangan olahraga paralayang Pacitan.
Ia berharap ke depan atlet-atlet Pacitan semakin berkembang dan kembali memiliki kesempatan untuk berlatih maupun menggelar kejuaraan di daerah sendiri, termasuk di kawasan Sentono Gentong dan Buyutan.
Prestasi para atlet tersebut menjadi bukti bahwa meskipun sebagian dari mereka kini mengenyam pendidikan di luar Pacitan, semangat untuk membawa dan mengharumkan nama daerah tetap mereka tunjukkan melalui prestasi olahraga.
Informasi Media:
Portal berita ini dikelola secara profesional oleh PT. Kobar Digital Nusantara.
