Rasa aman batin lahir dari keyakinan bahwa masa lalu tidak lagi menjadi penjara, melainkan pelajaran. Energi yang semula rendah perlahan meningkat karena tidak lagi terkuras oleh penolakan terhadap diri sendiri. Spiritualitas pun tidak berhenti pada simbol, tetapi menjelma menjadi akhlak dan tindakan nyata.
Mereset hidup memang tidak mudah. Ia menuntut keberanian mengakui luka, kerendahan hati untuk belajar kembali, dan keteguhan berjalan di jalan yang lebih lurus. Namun di situlah makna perjalanan manusia.
Setiap orang memiliki kesempatan untuk memulai lagi. Seberapa kelam pun masa lalu, pintu perbaikan selalu terbuka. Dalam keyakinan Islam, rahmat Allah lebih luas daripada dosa manusia. Kesadaran inilah yang menjadi cahaya di tengah perjalanan sunyi.
Pada akhirnya, penyembuhan luka batin bukan tentang menjadi sempurna. Ia tentang menjadi lebih jujur, lebih sadar, dan lebih dekat kepada Sang Pencipta. Reset bukan tanda kegagalan, melainkan keberanian untuk tumbuh.
Dan mungkin, justru dari perjalanan sunyi itulah seseorang menemukan jalan pulangnya.
Informasi Media:
Portal berita ini dikelola secara profesional oleh PT. Kobar Digital Nusantara.
