Magnet Wisata Dunia Dari Kotawaringin Barat
3 mins read

Magnet Wisata Dunia Dari Kotawaringin Barat

PANGKALAN BUN, KOTAWARINGIN BARAT — Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) kembali menjadi sorotan dunia. Wisatawan mancanegara dari berbagai negara terus berdatangan ke Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, untuk menyaksikan secara langsung kehidupan orangutan di habitat aslinya, sebuah pengalaman langka yang hanya bisa ditemukan di Kalimantan dan Sumatra.Para turis ini datang dengan berbagai jalur.

Banyak yang berasal dari Bali, setelah menikmati keindahan alam Pulau Dewata, mereka melanjutkan perjalanan menuju Pangkalan Bun. Ada pula wisatawan yang begitu turun di Jakarta, langsung mencari jadwal penerbangan Jakarta–Pangkalan Bun untuk menuju Taman Nasional Tanjung Puting, salah satu destinasi ekowisata paling terkenal di dunia.

“Mereka penasaran dengan kehidupan liar di hutan Kalimantan, terutama orangutan yang menjadi ikon konservasi dunia,” ujar salah satu pemandu wisata lokal di Kumai.

🛶 Perjalanan Menyusuri Sungai Sekonyer.
Setibanya di Pangkalan Bun, wisatawan biasanya menuju Pelabuhan Kumai untuk menaiki klotok, perahu kayu tradisional khas Kalimantan. Dari sinilah perjalanan menakjubkan dimulai.Menyusuri Sungai Sekonyer, wisatawan disuguhkan panorama hutan tropis yang rimbun, suara burung enggang, dan pemandangan alami bekantan yang bergelantungan di tepi sungai.Suasana tenang dan udara segar membuat perjalanan terasa damai. Tidak jarang wisatawan menyebut pengalaman ini sebagai “perjalanan jiwa menuju kehidupan yang lebih alami.”

🦧 Melihat Orangutan di Habitat Asli
Daya tarik utama Tanjung Puting tentu saja adalah orangutan, satwa langka yang menjadi simbol cinta alam Indonesia.Salah satu lokasi yang paling diminati wisatawan adalah Camp Leakey, pusat rehabilitasi dan penelitian orangutan yang didirikan sejak tahun 1971 oleh Dr. Biruté Mary Galdikas.

Di tempat ini, pengunjung dapat melihat interaksi alami antara orangutan dan lingkungan sekitar. Momen ketika induk orangutan membawa anaknya di antara pepohonan menjadi pemandangan yang sulit ditemukan di belahan dunia mana pun.

“Bagi wisatawan luar negeri, melihat orangutan secara langsung adalah impian seumur hidup,” kata Galdikas dalam sebuah wawancara dokumenter internasional.

🌳 Warisan Alam dan Ekowisata Dunia
Selain orangutan, Tanjung Puting juga menjadi rumah bagi beruang madu, bekantan, macan dahan, rusa, dan ratusan jenis burung tropis. Hutan ini mencakup berbagai ekosistem — dari hutan rawa gambut, hutan tropis dataran rendah, hingga hutan mangrove yang menjadi benteng alami kawasan pesisir Kalimantan.

Tanjung Puting bukan sekadar destinasi wisata, melainkan simbol keberhasilan konservasi dan wisata ramah lingkungan. Pemerintah bersama masyarakat lokal di sekitar taman nasional turut menjaga kelestarian ekosistem sambil mengembangkan potensi ekonomi berkelanjutan.

🏡 Masyarakat Lokal yang Ramah dan Terlibat
Penduduk di sekitar taman nasional, seperti di Desa Tanjung Harapan dan Sekonyer, berperan aktif dalam mendukung ekowisata. Mereka menyediakan homestay, kuliner khas, serta kerajinan tangan berbahan alami untuk para wisatawan.

Kehadiran wisatawan memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat setempat, sekaligus meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga alam.

🌍 Tanjung Puting di Mata Dunia
Keindahan Tanjung Puting telah diakui secara internasional. Media ternama seperti National Geographic, BBC, hingga Lonely Planet pernah menampilkan keajaiban hutan tropis ini sebagai salah satu ekowisata terbaik di Asia Tenggara.

Wisatawan dari Eropa, Amerika, hingga Australia menempatkan Tanjung Puting dalam daftar destinasi wajib dikunjungi di Indonesia.

“The most authentic wildlife experience in Asia,” tulis salah satu wisatawan dalam ulasan di platform perjalanan dunia.

✨ Kebanggaan Kotawaringin Barat
Sebagai salah satu ikon pariwisata nasional, Taman Nasional Tanjung Puting telah mengangkat nama Kabupaten Kotawaringin Barat di kancah Internasional.

Dengan dukungan pemerintah daerah dan kesadaran masyarakat, kawasan ini terus dikembangkan tanpa mengurangi nilai konservasi dan keasriannya.Bagi wisatawan, Tanjung Puting bukan hanya perjalanan menuju hutan, tetapi perjalanan menuju hati alam Indonesia.