Kesadaran Baru: Kemajuan Daerah Dimulai dari Inisiatif Pemuda
3 mins read

Kesadaran Baru: Kemajuan Daerah Dimulai dari Inisiatif Pemuda

Pangkalan Bun, Berita Kobar — Kotawaringin Barat (Kobar) kini berada pada momentum sejarah yang jarang terjadi. Untuk pertama kalinya, seorang putra daerah, Drs. Mukhtarudin, menduduki jabatan strategis sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Kehadiran beliau di tingkat nasional bukan hanya sebuah kebanggaan simbolis, tetapi juga membuka kesempatan emas bagi daerah untuk memperluas jaringan pembangunan, akses program, dan ruang kolaborasi lintas sektor.

Namun di tengah peluang besar itu, sebuah kesadaran baru muncul dari kalangan pemuda Kobar: bahwa kemajuan daerah tidak semata-mata bergantung kepada posisi tokoh nasional, tetapi juga pada inisiatif, keberanian, dan kecerdasan generasi mudanya untuk memanfaatkan peluang tersebut secara visioner.

Kesadaran inilah yang melahirkan gagasan Pemuda Kobar Maju, sebuah ruang pemikiran yang dirancang untuk mendorong pemuda tampil sebagai aktor utama transformasi sosial. Gagasan ini bukan hal baru, tetapi momentum kali ini terasa berbeda, karena hadir pada saat Kobar memiliki dukungan eksternal yang kuat sekaligus potensi internal yang sedang tumbuh.

Ketua Umum Yayasan Pemuda Desa Indonesia, Heriansyah, menilai bahwa kombinasi antara kepemimpinan nasional putra daerah dan energi intelektual pemuda lokal merupakan formula penting untuk percepatan pembangunan Kobar.
“Kita sedang berada pada fase yang sangat strategis. Untuk pertama kalinya, Kobar memiliki representasi di tingkat kementerian. Ini peluang yang tak boleh disia-siakan. Tetapi peluang hanya akan menjadi hasil jika kita, para pemuda, berani mengambil inisiatif,” ujarnya.

Heriansyah menjelaskan bahwa kesempatan emas ini seharusnya menjadi pemantik bagi pemuda Kobar untuk meningkatkan kualitas diri, memperluas wawasan, serta berani menawarkan gagasan yang relevan dengan kebutuhan daerah.
“Pemuda harus menyambut peluang ini dengan pikiran yang kaya. Kaya analisis, kaya kreativitas, dan kaya keberanian. Kita tidak boleh hanya bangga, tetapi harus mampu mengolah kebanggaan itu menjadi langkah nyata,” tegasnya.

Dalam perspektif pembangunan jangka panjang, posisi strategis seorang putra daerah di pemerintahan menjadi jembatan untuk membuka akses dialog, program nasional, hingga peluang kolaborasi yang lebih luas. Namun, menurut para penggagas Pemuda Kobar Maju, jembatan itu hanya berarti jika ada generasi muda yang siap melintasinya.

Gagasan ini juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemuda, pemerintah, dunia usaha, serta komunitas kreatif untuk memperkuat identitas dan daya saing Kobar, baik dalam sektor pariwisata, ekonomi kreatif, digitalisasi, hingga penguatan SDM pedesaan.

“Kemajuan Kobar akan sangat ditentukan oleh kemampuan pemudanya dalam membaca zaman. Kita sedang menghadap peluang besar, dan peluang seperti ini tidak datang dua kali. Sudah saatnya pemuda Kobar menciptakan arah baru bagi masa depan daerah,” sambung Heriansyah.

Dengan hadirnya kesadaran baru ini, pemuda Kobar diharapkan mampu mengembangkan kualitas berpikir, keberanian berinisiatif, serta komitmen kuat untuk berkontribusi. Momentum historis yang hadir melalui Drs. Mukhtarudin sebagai menteri pertama dari Kobar menjadi pengingat bahwa daerah kecil dapat menghasilkan tokoh besar — dan tokoh besar dapat memicu kebangkitan generasi berikutnya.

Dari sinilah perjalanan baru itu dimulai. Sebuah perjalanan di mana pemuda menjadi inti perubahan, dan kemajuan daerah berawal dari inisiatif mereka sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *