Harga Gas Melon Melonjak, Api di Dapur Warga Kumai Kian Menguji Kesabaran
3 mins read

Harga Gas Melon Melonjak, Api di Dapur Warga Kumai Kian Menguji Kesabaran

Sebagian warga berharap isu harga LPG 3 kilogram yang disebut mencapai Rp60.000 tersebut tidaklah benar atau hanya terjadi di titik tertentu akibat faktor distribusi sementara. Harapan itu muncul karena LPG subsidi merupakan kebutuhan vital yang menyentuh langsung kehidupan sehari-hari warga kecil. Semua pihak tentu ingin harga tetap dalam koridor kewajaran sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam kehidupan bermasyarakat, keuntungan memang bagian dari usaha, tetapi nilai kepedulian jauh lebih bernilai. Mengambil kesempatan dalam situasi sulit mungkin memberi manfaat sesaat, namun dampaknya bisa panjang. Kepercayaan masyarakat adalah modal sosial yang tidak ternilai. Sekali hilang, sulit kembali. Seperti peribahasa, “Karena nila setitik, rusak susu sebelanga.”

Di tengah dinamika ini, koordinasi antara agen, pangkalan, dan pihak terkait menjadi harapan bersama agar distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran. Transparansi informasi stok dan jadwal distribusi juga dinilai dapat membantu meredam spekulasi serta mencegah pembelian berlebih yang berpotensi memperkeruh keadaan.

Pada akhirnya, harga boleh berubah, tetapi empati dan tanggung jawab sosial jangan sampai ikut memudar. Menjelang Ramadhan, semangat kebersamaan seharusnya semakin menguat. Sebab di balik satu tabung gas melon, ada kehidupan yang ingin tetap hangat, ada usaha kecil yang ingin tetap bertahan, dan ada harapan keluarga yang ingin menyambut bulan suci dengan tenang dan penuh syukur.