
“Edukasi Transaksi Aman: Imbauan untuk Masyarakat Terkait Potensi Potongan Saldo Otomatis pada Layanan Digital”
Yayasan Pemuda Desa Indonesia melalui Ketua Umumnya, Heriansyah, menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam menggunakan layanan digital, khususnya layanan dompet elektronik dan aplikasi berlangganan yang terhubung dengan Google Play.
Belakangan ini, sejumlah keluhan masyarakat muncul terkait potensi terjadinya pemotongan saldo otomatis yang tidak disadari pengguna. Situasi ini menjadi perhatian publik karena sebagian pengguna merasa tidak pernah melakukan aktivasi langganan, atau mengira bahwa penghapusan aplikasi sudah otomatis menghentikan biaya berlangganan.
Sebagai langkah klarifikasi dan edukasi, Heriansyah telah menghubungi pihak Bank Indonesia melalui kanal komunikasi resmi untuk memastikan informasi yang diterima masyarakat tetap akurat dan kredibel.
Tanggapan Bank Indonesia (dalam rangka edukasi publik)
Bank Indonesia memberikan penjelasan berikut untuk mendukung pemahaman masyarakat:Bank Indonesia mengingatkan masyarakat untuk selalu menjaga keamanan data, memeriksa transaksi, dan memantau langganan digital secara berkala.
Bank Indonesia juga menyampaikan bahwa edukasi terkait transaksi aman dapat diakses melalui tautan resmi dan Selain itu, masyarakat dapat memperoleh informasi penting lainnya melalui akun Instagram resmi @bank_indonesia dan @genpeka_.
BI mengimbau agar masyarakat selalu mencantumkan sumber resmi bila menyebarkan informasi edukatif agar tidak terjadi disinformasi.Yayasan Pemuda Desa Indonesia menekankan beberapa langkah pencegahan yang dapat membantu masyarakat agar terhindar dari potensi potongan saldo otomatis:
1. Periksa Langganan Aktif Secara RutinMasuk ke Google Play → Profil → Pembayaran & Langganan → Langganan.Banyak pengguna tidak menyadari bahwa langganan tetap aktif meski aplikasi sudah dihapus.
2. Pahami Syarat LayananBeberapa aplikasi menawarkan free trial yang secara otomatis berubah menjadi langganan berbayar bila tidak dibatalkan.
3. Pantau Aktivitas Dompet DigitalLakukan pengecekan berkala pada riwayat transaksi e-wallet untuk menghindari potongan yang tidak disadari.
4. Gunakan Kanal Pengaduan ResmiJika menemukan kejanggalan, segera hubungi penyelenggara layanan atau kanal perlindungan konsumen yang diatur regulator.
5. Saring Informasi Sebelum MembagikanPastikan seluruh informasi yang dibagikan kepada publik bersumber resmi, tidak tendensius, dan bertujuan menyadarkan, bukan menyudutkan.
Pernyataan Ketua Yayasan Pemuda Desa Indonesia Heriansyah menegaskan: “Kami tidak sedang menyudutkan pihak manapun. Tujuan kami adalah memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih waspada dan memahami mekanisme layanan digital yang mereka gunakan. Dengan penjelasan dari Bank Indonesia, kami berharap masyarakat dapat mengambil langkah yang tepat saat mengalami kendala transaksi.”Ia juga menambahkan bahwa edukasi seperti ini penting terutama bagi masyarakat desa, mengingat tingginya penggunaan aplikasi digital namun masih terbatasnya pemahaman terkait mekanisme berlangganan dan keamanan transaksi.



