PANGKALAN BUN – Kalimat penuh makna “Ana jalisu man dzakarani” (Aku duduk bersama orang yang berdzikir kepada-Ku) menjadi inti syi’ar yang disampaikan KH Achmad Chalwani Nawawi dalam Tabligh Akbar di Bumi Marunting Batu Aji, Kotawaringin Barat.
KH Achmad Chalwani Nawawi merupakan Rais ‘Aali Jam’iyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) masa khidmah 2025–2030. JATMAN sendiri adalah badan otonom dari Nahdlatul Ulama yang menaungi amaliyah thariqah mu’tabarah.
Tabligh Akbar ini diselenggarakan oleh Majelis Futuhul Mubarok di Jalan Cilik Riwut II, Gang Kepodang RT 013, Kelurahan Sidorejo, Pangkalan Bun. Kegiatan ini dipimpin sekaligus menjadi tuan rumah oleh Ustadz Hakim Muhammad Ma’ruf yang juga menjabat sebagai Wakil Rais Syuriyah MWCNU Kecamatan Arut Selatan.
Setibanya di lokasi, KH Achmad Chalwani Nawawi didampingi Mustasyar PCNU Kotawaringin Barat KH Muhammad Chabib, S.Ag., Kyai Tukijo, serta Ketua MUI Kotawaringin Barat Drs. KH Muhammad Asroqi. Turut hadir para pimpinan majelis thariqah se-Kotawaringin Barat.
Kehadiran beliau disambut oleh jajaran Pengurus PCNU Kotawaringin Barat, baik unsur Syuriyah maupun Tanfidziyah, di antaranya KH Slamet Arsyadi, Kyai Mas’ud Hadi Suwarno, Kyai Khoirul Anwar, S.Pd.I., serta Ketua PCNU Sayyid Muhammad Sulaiman Nur Basyaiban bersama Sekretaris Jamaludin, S.Ikom.
Pada acara inti, KH Achmad Chalwani Nawawi menyampaikan keilmuan serta sejarah perjalanan para ahli dzikir di Nusantara dalam bingkai Ahlussunnah wal Jama’ah. Ia juga mengijazahkan berbagai amaliyah shalawat kepada jamaah yang hadir, diiringi lantunan hadrah.
Beliau menjelaskan bahwa jalan thariqah telah ditempuh oleh tokoh-tokoh besar bangsa seperti Pangeran Diponegoro, Raden Ajeng Kartini, hingga Abdurrahman Wahid. Ajaran para ulama salaf, khususnya Imam Syafi’i, menjadi dasar syariat Ahlussunnah wal Jama’ah yang diamalkan dalam tradisi Nahdlatul Ulama.
Ia menegaskan bahwa inti amaliyah thariqah adalah memperbanyak shalawat. “Kita sering kali lebih banyak berdoa daripada bershalawat. Padahal, shalawat adalah jalan agar doa-doa kita diijabah,” ujarnya.
Menurutnya, kunci keberhasilan dalam kehidupan adalah istiqamah dalam bershalawat sebagai wujud cinta kepada Nabi Muhammad SAW. “Istiqamah lebih baik daripada seribu karamah,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Kotawaringin Barat diajak untuk menghidupkan dzikir dan shalawat sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, sebagai jalan menuju ketenangan, keberkahan, dan kedekatan dengan Allah SWT.
Profil Singkat
KH Achmad Chalwani Nawawi merupakan:
- Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi, Berjan, Gebang, PurworejoMursyid Thariqah Qadiriyah wa Naqsyabandiyah
- Ketua Dewan Pembina Yayasan Pengembangan Pondok Pesantren Roudlotut Thullab Berjan, Purworejo
- Rais ‘Aali JATMANRois Idaroh Syu’biyyah JATMAN Kabupaten Purworejo
- Mudir Tsani Idaroh Wustho JATMAN Provinsi Jawa Tengah
- Anggota Syuriyah PWNU Jawa Tengah (2008–2013)Anggota Dewan Penasihat MUI Provinsi Jawa Tengah (2011–2016)
- Ketua II PP Induk Koperasi Pondok Pesantren (INKOPONTREN)Penasihat PP IPNU dan Pagar Nusa NUKetua HIMASAL wilayah DIY, Kedu, dan Banyumas
- Anggota DPD RI mewakili Jawa Tengah (2004–2009)
Informasi Media:
Portal berita ini dikelola secara profesional oleh PT. Kobar Digital Nusantara.
