
K3 Jawa Timur Gandeng ITCC Surabaya Buka 500 Kuota Beasiswa Luar Negeri bagi Pemuda Kalimantan
Surabaya — Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Indonesia Tionghoa Culture Centre (ITCC) Surabaya dan Kerukunan Keluarga Kalimantan (K3) Jawa Timur resmi digelar di Graha Pena lantai 14. Kerja sama ini berfokus pada sosialisasi dan fasilitasi program beasiswa kuliah ke Tiongkok dan Taiwan yang secara khusus menargetkan 500 anak muda asal Kalimantan untuk tahun akademik 2026.
MoU ditandatangani oleh Ketua ITCC Surabaya Lily Yoshica dan Ketua Harian K3 Jawa Timur Dr. Asmirin Noor, serta disaksikan oleh Andrean Sugianto (Ko Andre) bersama jajaran ITCC, Dr. Ir. Hj. Tri Cicik Wijayanti selaku Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Peningkatan Keterampilan, dan Noor Syailendra dari Komisariat Provinsi Kalimantan Tengah.
Dalam sambutannya, Ketua ITCC Surabaya Lily Yoshica menegaskan bahwa beasiswa ke Tiongkok dan Taiwan merupakan program tahunan yang terbuka untuk seluruh pemuda Indonesia. Namun, ia mencatat bahwa jumlah peserta asal Kalimantan masih sangat sedikit. Hal ini juga dibenarkan oleh Ko Andre yang menyebutkan bahwa dari Kalimantan Utara, hanya sebagian kecil pelajar yang berhasil berangkat melalui program ini.
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Harian K3 Jawa Timur Dr. Asmirin Noor menegaskan komitmen K3 untuk memperluas jangkauan sosialisasi dan membuka akses lebih luas bagi generasi muda Kalimantan. Menurutnya, kerja sama dengan ITCC menjadi momentum strategis untuk percepatan peningkatan kualitas SDM Kalimantan.
“K3 Jawa Timur ingin memberikan kontribusi nyata bagi Kalimantan, khususnya dalam bidang pendidikan. Kami melihat kebutuhan mendesak untuk memperluas akses pendidikan internasional bagi pemuda Kalimantan. ITCC memiliki jaringan pendidikan yang kuat, sehingga kolaborasi ini membuka peluang konkret bagi anak Kalimantan untuk melanjutkan studi ke luar negeri. Selama ini hanya sedikit yang bisa berangkat,” ujar Dr. Asmirin.
Ia menambahkan bahwa di era kompetisi global, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor kunci kemajuan daerah.
“Pemuda Kalimantan perlu mendapatkan pengalaman akademik dan teknologi terbaru. Studi ke luar negeri akan membuka wawasan modern dan memberi kemampuan bahasa asing yang sangat dibutuhkan untuk bersaing,” jelasnya.
Saat ditanya mengenai minimnya peserta dari Kalimantan selama ini, Dr. Asmirin mengungkapkan beberapa penyebab, di antaranya keterbatasan informasi, minimnya pendampingan teknis, kekhawatiran terkait kemampuan bahasa, serta infrastruktur edukasi yang belum merata. Ia juga menyoroti perlunya kerja sama yang terkoordinasi dengan pemerintah daerah di Kalimantan.
Untuk menjangkau seluruh provinsi, K3 Jawa Timur telah menyiapkan berbagai strategi, mulai dari koordinasi intensif dengan pemerintah daerah, menggandeng sekolah, kampus, organisasi kepemudaan, hingga melakukan roadshow, webinar, dan penyediaan pusat informasi resmi. K3 juga mendorong keterlibatan pemerintah daerah dalam verifikasi calon hingga dukungan keberangkatan bila diperlukan.
Sebanyak 500 kuota beasiswa telah dialokasikan untuk pelajar Kalimantan pada tahun akademik 2026. K3 berkomitmen memastikan kuota ini terserap optimal melalui pendataan terstruktur, seleksi inklusif, dan monitoring tahapan pendaftaran. Selain itu, K3 bersama ITCC menyiapkan pendampingan lengkap mulai dari administrasi, pelatihan bahasa, orientasi budaya, hingga pembentukan kelompok belajar sebelum keberangkatan.
Tak hanya berfokus pada beasiswa luar negeri, kerja sama ini juga membuka peluang program lanjutan seperti magang internasional, pertukaran pelajar, kolaborasi riset, dan pengembangan jejaring alumni sebagai motor pembangunan Kalimantan.
Dr. Asmirin juga mengapresiasi antusiasme pemuda Kalimantan yang semakin tinggi terhadap beasiswa luar negeri, namun menekankan perlunya arahan dan pendampingan agar minat tersebut dapat diwujudkan menjadi langkah konkret.
“Percayalah bahwa kalian mampu bersaing di level global. Jangan biarkan kurangnya informasi atau keraguan menghambat masa depan. Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” pesannya kepada generasi muda Kalimantan.
Dalam jangka panjang, K3 Jawa Timur berharap program ini dapat melahirkan generasi pemimpin dan tenaga profesional berkelas dunia yang kembali membangun Kalimantan sebagai wilayah maju, sejahtera, dan berdaya saing tinggi.
Penandatanganan MoU ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperluas akses pendidikan internasional dan meningkatkan kualitas SDM Kalimantan secara berkelanjutan.



