Perkuat Produktivitas Industri Jatim, BKTI PII Dorong Sinergi Industri & Universitas
3 mins read

Perkuat Produktivitas Industri Jatim, BKTI PII Dorong Sinergi Industri & Universitas

Surabaya, Jawa Timur — Upaya memperkuat daya saing industri nasional terus didorong Persatuan Insinyur Indonesia – Badan Keahlian Teknik Industri (BKTI PII) bersama PII Wilayah Jawa Timur. Melalui Seminar Nasional dan Konvensi Wilayah BKTI PII Jawa Timur yang digelar pada Kamis, 27 November 2025 di Sekolah Interdisiplin Manajemen dan Teknologi (SIMT) ITS Surabaya, organisasi profesi insinyur ini menegaskan pentingnya sinergi antara akademisi, industri, dan pemerintah dalam meningkatkan produktivitas nasional.

Mengusung tema “Peran Strategis Supply Chain & Logistik dalam Meningkatkan Produktivitas Nasional”, kegiatan ini dibuka oleh sejumlah tokoh pendidikan dan profesi, yaitu Rektor ITS Prof. Ir. Bambang Pramujati, Ketua BKTI PII Ir. Wiza Hidayat, Ketua PII Wilayah Jawa Timur Dr. Ir. Gentur Prihantono, Ketua Umum BKSTI Prof. Nurhadi Siswanto, serta Dekan SIMT ITS Prof. Tri Arief Sardjono.

Wakil Gubernur Jawa Timur Dr. Emil Elestianto Dardak yang tampil sebagai pembicara kunci menekankan pentingnya penguatan ekosistem industri Jawa Timur melalui inovasi dan transformasi teknologi.“Industri kita harus terus diperkuat melalui berbagai inovasi dan adopsi teknologi khususnya di era industri 4.0. Jawa Timur siap menjadi center of excellence dalam pengembangan teknologi,” tegasnya.

Senada dengan itu, Rektor ITS Prof. Bambang Pramujati menyoroti peran perguruan tinggi dalam mendorong pengembangan industri.“Kolaborasi akademisi, industri, dan organisasi profesi adalah kunci penguatan produktivitas dan daya saing,” ujar Bambang.

Ketua BKTI PII Ir. Wiza Hidayat juga menegaskan bahwa Jawa Timur memiliki ekosistem industri yang lengkap—mulai dari manufaktur, logistik, hingga infrastruktur—menjadikannya wilayah strategis dalam mendukung pertumbuhan industri nasional.

Penetapan Kepengurusan Baru BKTI PII Jawa Timur

Dalam agenda Konvensi Wilayah, BKTI PII resmi menetapkan Dr. Ir. Ari Primantara, IPM sebagai Ketua PII–BKTI Wilayah Jawa Timur Periode 2025–2028. Penetapan ini diharapkan memperkuat gerak organisasi dalam memajukan keahlian teknik industri dan memperluas kontribusi insinyur di berbagai sektor produktif.

Hadirkan Narasumber Nasional

Rangkaian seminar diisi oleh sejumlah narasumber yang kompeten di bidang supply chain, produktivitas, dan pengembangan profesi insinyur, antara lain:

1. Dr. Ir. Taufik Nur, IPU, ASEAN Eng – Ketua Forkom Penyelenggara Program Profesi Insinyur
2. Muhammad Ali, S.S., M.A., Ph.D. – Direktur Bina Peningkatan Produktivitas, Kemenaker RI
3. Dr. Ir. Ari Primantara, IPM – VP Departemen Pergudangan dan Pengantongan PT Petrokimia Gresik
4. Moderator: Ir. La Mema Parandy, S.T., M.M., CBPA., IPM – Dosen FEBI IAI Attarmasi Pacitan

Para narasumber menyoroti pentingnya efisiensi rantai pasok, transformasi digital, serta peningkatan kompetensi SDM industri untuk menjawab tantangan global.

Komitmen BKTI PII dalam Membangun Industri Berdaya Saing Global

Melalui seminar dan konvensi ini, BKTI PII kembali menegaskan komitmennya untuk mendorong produktivitas industri nasional melalui riset, kolaborasi, dan penguatan kompetensi insinyur. Organisasi ini berharap Jawa Timur dapat menjadi pusat inovasi industri yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi dunia industri, akademisi, dan profesi untuk memperkuat kolaborasi sekaligus membangun masa depan industri Indonesia yang lebih efisien, adaptif, dan berdaya saing global.