Bumi Tak Pernah Sepi dari Adzan: Suara Iman yang Menggema 24 Jam Tanpa Henti
2 mins read

Bumi Tak Pernah Sepi dari Adzan: Suara Iman yang Menggema 24 Jam Tanpa Henti

Bumi ini ternyata tak pernah benar-benar sunyi. Setiap detik, di suatu sudut dunia, selalu ada suara adzan yang berkumandang memanggil umat Islam untuk salat. Dari ufuk timur Indonesia hingga ke baratnya Amerika, lantunan kalimat “Allahu Akbar, Allahu Akbar” menjadi gema abadi yang tidak pernah berhenti selama 24 jam penuh.

Fenomena ini bukan sekadar keyakinan, tetapi juga bisa dijelaskan secara ilmiah. Waktu salat di setiap daerah berbeda-beda mengikuti pergerakan matahari. Saat matahari terbit di Papua dan adzan Subuh mulai dikumandangkan, beberapa menit kemudian giliran Kalimantan, lalu Sumatera, India, Timur Tengah, hingga ke benua Eropa dan Amerika. Begitu seterusnya, hingga bumi berputar sempurna dalam 24 jam.

Dengan 5 waktu salat di setiap wilayah, para peneliti memperkirakan bahwa rata-rata setiap 48 detik di suatu tempat di bumi, pasti ada muadzin yang mengumandangkan adzan. Artinya, tidak ada satu detik pun di dunia ini tanpa panggilan salat yang bergema di langit bumi.

Lebih dari sekadar ritual, adzan menjadi simbol kesatuan umat Islam di seluruh dunia. Di setiap kota besar maupun desa kecil, di puncak gedung atau di tengah ladang, suara adzan menjadi pengingat bahwa manusia dipanggil untuk mengingat Tuhannya.

Suara itu menyatukan jutaan hati dalam waktu yang berbeda, namun tujuan yang sama — beribadah kepada Allah. Ketika sebagian dunia tertidur, sebagian lainnya terbangun oleh panggilan suci. Ketika sebagian umat Islam bersujud dalam salat Isya, di tempat lain ada yang baru menyiapkan diri menyambut Subuh.

Fenomena adzan 24 jam ini menunjukkan bahwa Islam hidup dalam denyut waktu. Ia tidak mengenal jeda, tidak mengenal batas geografis. Suaranya menembus lautan, pegunungan, dan padang pasir — menjadi bukti bahwa bumi memang tak pernah sepi dari seruan menuju kebaikan.

Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, adzan menjadi pengingat lembut bahwa ada panggilan yang lebih tinggi dari sekadar rutinitas dunia: panggilan untuk menenangkan jiwa, menegakkan salat, dan kembali pada Tuhan yang Maha Esa.

Selama bumi terus berputar, suara adzan akan tetap menggema — tanpa henti, tanpa lelah, membawa cahaya iman ke setiap penjuru dunia.